Beberapa hari ini banyak muncul pertanyaan kawan-kawan guru
Bahasa Inggris di Jawa Tengah tentang hasil UKG. Ada sebagian guru yang diundang ke Makasar
untuk dilatih menjadi Nara Sumber Nasional.
Tentang pemanggilan peserta, saya tidak tahu pasti apa kriterianya. Ada seorang kawan yang kebetulan diundang ke
Makasar dan beliau menyebutkan bahwa yang diundang adalah yang mendapat nilai
bagus. Sebelumnya juga kawan tersebut
pernah chat dengan saya dan jumlah benar kami sama yaitu 46 soal dari 60 soal.
Saya tanyakan mengapa tidak semua orang yang mendapat
nilai sama dengan beliau diundang ke Makasar? Jawabannya adalah nilai bukan
berdasarkan jumlah benar saja tetapi semua soal diklasifikasikan dalam 10
kompetensi. Bisa jadi jumlah nilai sama
tapi klasifikasi dan bobobot soal yang berbeda menyebabkan kompetensi kita
memang berbeda.
Saya mencoba melihat nilai UKG saya di Diknas
Kabupaten, saya ditunjukkan daftarnya dan saya mendapat nilai 91 koma sekian
dan menduduki ranking no 1 di Kabupaten.
Tapi saya juga tidak berpikir tentang kemampuan saya yang dianggap lebih
baik dari kawan-kawan yang lain. Dari
beberapa kali tes yang saya ikuti dan soalnya yang ketika menurut saya bisa
jadi menimbulkan penafsiran ganda, saya tidak pernah mendapat nilai bagus. Lain ketika saya harus mengerjakan tes TOEFL
atau IELTS yang semua orang tahu tes tersebut dibuat berskala Internasional ,
kemapuan saya bisa saya ukur dari situ.
Ada
juga pengalaman saya yang terakhir ketika saya mengerjakan pre tes dalam pelatihan
instruktur kabupaten, saya mengerjakan pre tes secara on line sampai dua
kali. Ketika sudah saya submit, skor saya tidak keluar.
Instruktur provinsi meminta operator untuk mereset password saya dan
saya mengerjakan ulan pre tes lagi.
Submit yang kedua pun gagal. Saya
sudah tidak amabil pusing malam itu tentang pre tes. Esok paginya, saya iseng mencoba membuka dan
mendaftar lagi di alamat yang sama, dan akhirnya saya bisa mengerjakan 33 soal
dengan benar dari 40 soal yang disajikan.
Pelatihan saya ikuti selama 5 hari dan pada hari ke-4, post test
dilaksanakan dengan menggunakan paper, hasilnya saya mendapat skor 28 dari 40
soal yang disajikan. Kebetulan nilai
post test tidak ditayangkan. Saya
bertanya pada IP dan beliau menjawab bahwa saya mendapat nilai 70. “Anggap saja main game,” kelakar beliau
ketika saya katakan pre tes saya jauh lebih baik.
Kejadian-kejadian seperti di atas tidak pernah seratus
persen merisaukan hati saya. Saya sering
berpikir bahwa apapun yang terjadi pada saya sudah ada yang mengatur. Allah sudah mempunyai rencana yang terbaik
untuk saya. Dulu saya sering gelisah
tentang ketentuan-ketentuan Allah yang belum saya alami. Seiring dengan waktu dan pengalaman saya
berhadapan dengan masalah-masalah hidup, saya semakin santai.
Tadi pagi saya diminta untuk bertemu dengan seorang pejabat
di bagian PTK Diknas dan menerima penjelasan tentang para calon Instruktur
Nasional dari kabupaten saya. Ada
beberapa nama muncul hingga ranking 19an tapi tidak ada nama saya. Dan tentu saja nilai mereka di bawah nilai saya. Mungkin beliau merasa janggal mengapa nama
saya tidak muncul.
Saya mencoba
memberikan penjelasan bahwa mungkin nilai saya memang tinggi tapi saya gagal
pada saat mengerjakan soal-soal yang dianggap berbobot sulit. Saya juga memberikan penjelasan tentang
rencana-rencana saya tahun ini dan sepertinya Allah sudah mengatur dengan
sempurna. Bulan Juni 19-27, 2012 saya
harus berangkat mengikuti kegiatan voluntary service bersama-sama dengan para
siswa SMP Negeri 2 Blora. Kegiatan ini
sudah kami rancang sejak bulan November tahun kemarin. Kami sangat senang ketika mendapat tawaran
untuk bekerjasama dengan sebuah NGO di Jepang yang menamakan organisasinya NICE. Bersama dengan GREAT, Gerakan Relawan
Internasional yang berbasis di Semarang, saya dan kolega serta yang tak kalah
penting dukungan dari Kepala Sekolah yang luar biasa visioner, berhasil
menginspirasi anak-anak untuk kegiatan forest maintenance di Osaka,
Jepang.
Berbagai tantangan, kendala, dan rasa was-was selalu saya
rasakan. Ketika semua rencana awal
berhasil, saya harus berkutat dengan rencana berikutnya, berikutnya,
berikutnya, dan berikutnya lagi. Kali
ini sedang dalam tahap pengurusan visa dan benar-beanr menguras tenaga. Semoga Allah memudahkan dan memberikan
kelancaran dalam urusan ini.
Bisa dibayangkan jika saya terpilih menjadi calon IN yang
pelatihannya diselengarakan secara bertahap, yang salah satunya ada pada
tanggal sekian hingga 18 Juni. Saya
benar-benar senang ketika tahu tidak ada anma saya.Alasannya sudah jeas kan,
Insha Allah kami berangkat ke Jepang 19 Juni. Badan saya yang sudah terlalu
sangat kurus ini pasti belum tentu mau berkompromi dengan padatnya jadwal. Itulah yang membuat saya yakin bahwa apapun
pemberian Allah kepada saya, itulah yang terbaik buat saya.
Ada lagi satu rencana dan harapan besar saya untuk bulan
September hingga November 2016. Saya
masih ingin mengabdikan diri saya, membagikan ilmu yang Allah titipkan kepada
saya kepada para guru dan siswa di seluruh nusantara, Asia, dan Pasifik. Harapan ini sangat esar saya tanamkan di dada.
Kuminta Allah dengan doaku Al-Imron 26-27.
Say: O Allah, Master
of the Kingdom! Thou givest the kingdom to whomsoever Thou pleasest and takest away
the kingdom from whomsoever Thou pleasest, and Thou exaltest whom Thou pleasest
and abasest whom Thou pleasest in Thine hand is the good, surety, Thou hast
power over all things. Thou makest the
night to pass into the night, and Thou bringest fort the living from the dead
and Thou bringest forth the dead from the living, and Thou givest sustenance to
whom Thou pleasest without measure.
Hidup adalah hari ini.
Kemarin adalah kenangan. Besok
adalah harapan. Saya memilih untuk
selalu berenergi positif dan menularkan energy positif juga. Yang kita harapkan muncul pada kehidupan kita di masa datang adalah dari apa yang kita usahakan hari ini.
Blora
Ruang Kesiswaan
12:33
25 Juni 2016

About
Tags
Popular