Berkat
Lima puluh nasi box sudah datang sejak pukul 3 sore. Setelah caterer meninggalkan pintu gerbang rumahku, hujan deras seperti grojogan yang melimpah airnya. Orang Inggris bilang 'It's raining cats and dogs.' Benar-benar talang rumahku kewalahan menampung air hujan sore ini.
Anak-anak malah semakin asyik main game di kamar masing-masing. Sebenarnya pagi dan siang tadi sudah aku ingatkan mereka agar segera mengantar nasi ke tetangga di lingkungan RT. Dengan alasan hujan mereka semakin memperbanyak alasan untuk tidak segera mengantarkan berkat.
'Fawwaz...Nabhan..., ayo segera berangkat,' kataku seraya mengernyitkan dahi. Air dari atap teras depan membanjiri jalan cor yang sudah mulai berlubang di lorong depan rumah. Semakin lama semakin meninggi airnya. Mereka mengantar berkatnya dari satu rumah ke rumah lainnya.
Langit semakin gelap. Jarum jam seolah semakin berlari. Waktu magrib kurang 4 menit. "Ayo, Nak, segera bergegas. Ibu paling susah jika makanan ini tidak terantarkan semua." Masih ada 3 kresek besar yang masing-masing berisi 5 dos.
Akhirnya berkat baru sampai ke semua tempat tujuan setelah solat tarawih.
About
Tags
Popular
0 comments:
Post a Comment