Pelajaran yang Fawwaz dapatkan hari ini adalah tentang seorang Ustadz berusia 19 tahun. Beliau menjadi imam solat di Rumah Quran dan mengajar bahasa Arab di TPQ Plus. Inilah yang membuat Fawwaz mau belajar lebih banyak lagi.
Tuesday, April 26, 2022
Monday, April 25, 2022
Berkat
Lima puluh nasi box sudah datang sejak pukul 3 sore. Setelah caterer meninggalkan pintu gerbang rumahku, hujan deras seperti grojogan yang melimpah airnya. Orang Inggris bilang 'It's raining cats and dogs.' Benar-benar talang rumahku kewalahan menampung air hujan sore ini.
Anak-anak malah semakin asyik main game di kamar masing-masing. Sebenarnya pagi dan siang tadi sudah aku ingatkan mereka agar segera mengantar nasi ke tetangga di lingkungan RT. Dengan alasan hujan mereka semakin memperbanyak alasan untuk tidak segera mengantarkan berkat.
'Fawwaz...Nabhan..., ayo segera berangkat,' kataku seraya mengernyitkan dahi. Air dari atap teras depan membanjiri jalan cor yang sudah mulai berlubang di lorong depan rumah. Semakin lama semakin meninggi airnya. Mereka mengantar berkatnya dari satu rumah ke rumah lainnya.
Langit semakin gelap. Jarum jam seolah semakin berlari. Waktu magrib kurang 4 menit. "Ayo, Nak, segera bergegas. Ibu paling susah jika makanan ini tidak terantarkan semua." Masih ada 3 kresek besar yang masing-masing berisi 5 dos.
Akhirnya berkat baru sampai ke semua tempat tujuan setelah solat tarawih.
Sunday, April 24, 2022
Latihan Menulis Flash Fiction
Hari Minggu selalu menjadi hari sibuk sejak saya berkomitmen menjadi Tutor UT UPBJJ Semarang. Artinya dalam satu semester, saya harus mengahbiskan 8 kali hari Minggu untuk mengajar dan menemani mahasiswa. Kalau mendapat jadwal mata kuliah non praktik sih saya tidak begitu sibuk koreksi. Kebetulan hampir tiap semester saya juga disampiri mata kuliah berpraktik, otomatis koreksian selalu banyak. Satu kali penugasan bisa menjadi 65 koreksian dan juga pemberian umpan balik. Apalagi ketika menggunakan sistem tuweb seperti sekarang. Mahasiswa bisa saja mengirim pesan 24/7. Tergantung kita sih mau merespon jam berapa. Tetapi saya suka merespon segera. Seperi pagi ini, selesai sahur dan solat subuh, saya cek lagi barangkali ada pekerjaan mahasiswa yang belum saya beri masukan.
Sambil memasukkan cucian ke dalam mesin cuci, saya cek lagi LMS, Moodle, dan ada 3 mahasiswa yang belum kelihatan pekerjaannya. Saya langsung konfirmasi kepada mereka dan mendapat jawaban bahwa salah satunya kemarin baru berduka, satu lagi sudah mengumpulkan tetapai terlambat 23 menit. Ah semua jadi pakai perhitungan detak jarum jam.
Beberapa hari lalu saya mendaftar pelatihan menulis 'flash fiction'. Sebenarnya mulai jam 9 pagi ini. Saya masuk setelah selesai mengajar, jam 10.15. Wah langsung saya klik tautan zoom dengan antusias. lama sekali saya tidak menulis di media sosial. Presentasi Gol A Gong keren banget. Contoh-contoh karyanya ditayangkan dan saya jadi memahami apa sih sebenarnya flash fiction.
Bisa kita katakan fiksi pendek atau fiksi singkat. Syarat dari flash fiction adalah ada ide, ciptakan tokoh, judul, tentukan setting lokasi, konflik, ending yang mengejutkan. Panjang tulisan maksimal 1 halaman.
Wednesday, September 18, 2019
SURAT CINTA UNTUK PARA KEKASIH
Tuesday, September 17, 2019
KREATIVITAS
Kreativitas tidak muncul secara serta merta dari benak seseorang. Sebagian besar karena kebutuhan dan sebagian lainnya karena masalah. Dan ini terjadi sejak jaman Sapien.
Melimpahnya bahan pangan yang tidak habis untuk sekali konsumsi membuat manusia mengawetkan bahan makanan dengan mengasap, mengeringkan, membekukan, menggarami, menggulai, dan memfermentasi. Kalau tidak dilakukan dengan salah satu cara tersebut, bahan pangan akan segera membusuk dan manusia tentu saja mengalami kerugian.
Sibuknya manusia juga menimbulkan keluhan-keluhan dengan pekerjaan rumah tangga. Mencuci dan menggosok baju menjadi pekerjaan berat saat kita harus bekerja di luar rumah dengan waktu yang panjang dalam keseharian. Munculnya mesin cuci, pengering, seterika listrik, dll didasari atas keperluan laundry.
Manusia suka keindahan dan sesuatu yang baru. Keinginan untuk mencoba warna, rasa, bentuk, dan sensasi yang berbeda timbul setiap saat. Meski dari bahan yang sama dan fungsinya tak berbeda, manusia merasa puas jika bisa merasakan sensasi baru.
Ketela pohon, yang pada jaman dulu, hanya dikupas, dicuci, dan direbus, sekarang mengalami perubahan bentuk dan rasa di tangan orang-orang kreatif. Banyak penawaran cireng, cilok, klepon, kripik, singkong keju, gethuk yang berasal dari ketela pohon. Dengan perubahan bentuk,.penambahan rasa, plus storytelling yang digunakan untuk mempromosikan barang yang ditawarkan, mindset kita menjadi berubah juga.
Bayangan akan ada kenikmatan dan sensasi luar baisa akan muncul dalam otak dan memicu keinginan untuk membeli dan mencicipi sesuatu yang baru. Harga menjadi tidak masalah. Bahkan pertimbangan kesehatan kadang terabaikan manakala keinginan kita sudah kuat.
Kreativitas seharusnya terus dimunculkan dalam berbagai tempat pendidikan. Anak-anak tidak perlu diminta menyalin dari papan tulis tentang definisi ketela pohon, menghafalkan jenis-jenis makanan yang berasal dari ketela maupun diberi tes berupa pilihan ganda tentang jumlah ketela yang digunakan untuk memberikan umpan tikus. Mereka perlu difasilitasi untuk menghasilkan nilai tambah dari ketela pohon.
Anak-anak bisa mengamati para penjual singkong keju mozarella, gethuk presiden, tela-tela. Apa yang sebenarnya membuat hasil olahan itu bisa menjadi sangat digemari oleh para konsumen. Dikarenakan produk itu sendiri, kemasan, iklan atau ada sebab lain?
Storytelling rupanya mengalahkan segalanya. Sebagian penjual produk mendapat laba besar bukan karena produknya tapi karena image yang diciptakan. Image yang telah menyantu ke dalam jiwa konsumen akan sulit dipisahkan. Ketika seseorang telah jatuh cinta terhadap sesuatu, harga tidak akan menjadi masalah.
Nah, sekolah jaman sekarang yang memiliki anak-anak generasi Z dan Alpha seharusnya sudah meninggalkan cara-cara kuno dalam pembelajaran. Keingintahuan anak tidak boleh dikebiri. Bukan berarti mereka tidak mematuhi guru jika mereka enggan mendengarkan guru yang berceramah di depan kelas. Mereka hanya sudah jauh lebih paham. Mereka sudah mendapat pajanan dari berbagai sumber informatif yang bisa didapat dengan mudah dan menyenangkan.
Anak-anak memerlukan guru agar mereka bisa menciptakan kreativitas. Mereka perlu pengalaman nyata untuk mengenal siapa tetangga mereka, berapa jumlah orang yang makan ayam setiap hari, pekerjaan apa yang sedang dibutuhkan. Sehingga pelajaran tematik yang berhubungan dengan jatidirinya dan lingkungan sekitarnya itu memang diperlukan oleh mereka.
Anak-anak yang dibesarkan tanpa mengenal kreativitas akan tumbuh menjadi orang-orang yang menggantungkan diri pada orang lain, suka mencela dan menyalahkan keadaan, dan enggan bangkit ketika meraka terpuruk untuk pertama kalinya.
SKYPE IN THE CLASSROOM
Pernahkah Anda sebagai guru merasa kekurangan ide untuk mengaktifkan anak-anak di kelas? Apakah setiap Anda masuk kelas murid-murid sudah mulai duduk rapi dan siap menerima pembelajaran?
Atau justru mereka meninggalkan tempat duduknya? Membuat Anda terperanjat karena mereka duduk di lantai di sudut tuang kelas bermain poker atau catur? Tampak sepi dari depan. Tiba-tiba ada suara cekikikan dari belakang.
Anak-anak milenial kurang suka mendengarkan ceramah. Mereka lebih suka belajar berdasarkan kenyataan. Mengerjakan tugas yang menantang. Melakukan kolaborasi untuk menghasilkan sesuatu.
Skype in the Classroom, suatu komunitas gratis yang menawarkan kepada anak-anak pengalaman-pengalaman pendidikan transformative secara langsung. Ada Virtual Field Trips, pembicaraan dari para pembicara tamu, koneksi dari kelas ke kelas, dan projek kolaborasi secara langsung.
Yang sering dan paling mudah kami lakukan di sekolah yaitu kami mengajukan permintaan untuk melakukan Skype calls dengan para guru dan siswa di sekolah-sekolah dari negara-negara lain.
Skype merupakan sarana media sosial di adalam kelas. Alasan pertama ketika kami menggunakan Skype di sekolah adalah kami bebas mengunduh dan menggunakannya. Selain para guru dan siswa bisa mengambil tindakan untuk melindungi identitasnya, Skype juga menjadi kesempatan yang luar bias untuk mengmebangkan situasi pembelajaran.
Hampir semua sekolah memiliki jaringan internet, meskipun dengan bandwith yang terbatas. Skype memerlukan jaringan internet yang kuat. Setelah kita mengunduh Skype dari Skype web site dan memasang di computer, kita bisa menggunakannya untuk kegiatan Skype in the Classroom.
Ada dua alasan mengapa kami menggunakan Skype dalam pembelajaran. Antara lain yaitu virtual field trips. Trip yang tidak memungkinkan kita lakukan karena alasan finansial atau jarak tetap bisa kita capai dengan menggunakan Skype untuk mengangkut anak-anak ke negara atau daerah lain.
Alasan kedua adalah belajar bahasa asing. Skype bisa digunakan untuk mengatur sesi komunikasi singkat dengan para penutur asli. Anak-anak mendengarkan dan berbicara menggunakan bahasa asing.
Dan sore ini
Thanks a million to Mr Bichitro Sinha from Zakigonj Govt. High school, Bangladesh for the great time in Skype in Classroom with my students, SMP Negeri 2 Blora, Indonesia. My students are getting more addicted.
We were having some quizzes about fish both from the sea and fresh water from our countries.
#MicrosoftEdu
#MIEExpert2019/2020
#Skypeintheclassroom








About
Tags
Popular