Tuesday, September 17, 2019

PembaTIK Level 3 Rumah Belajar


PembaTIK Level 3
Rumah Belajar

Aku mendengar Rumah Belajar tahun 2018.  Ceritanya aku ini pengguna facebook paling setia. Ada seorang teman yang bekerja di Pustekkom mengunggah pengumuman tentang lomba MembaTIK.  Waktu itu aku membuat media dengan powerpoint online.  Ternyata menggunakan Sway lebih menarik.  Judulnya Be Healthy Be Happy. Chapter 3 kelas 9.  Setelah kukirim ke panitia lomba aku tetap mengikuti perkembangan lomba ini.  Tidak masuk 6 besar.  Tidak ada rasa kecewa sedkit pun.  Memang aku ini bukan ahli TIK.  Mesti banyak belajar dari teman-teman lain.

Everyday is miracle.  Aku selalu percaya pada Law of Attraction. Ask Believe Receive. Semesta mendukung.  Aku selalu bangun pagi dengan perasaan sehat dan gembira.  Perasaan suka dan penuh pengharapan sangat mempengaruhi kesehatan jiwa ragaku.  Aku mesti berangkat ke sekolah dalam keadaan fresh. 

Bagaimana perasaan anak-anak di kelas ketika melihat gurunya berdiri di depan kelas tanpa senyum.  Gairah belajar mereka sangat bergantung pada gurunya.  Aku selalu berusaha mengikuti perkembangan mereka.  Alangkah manjanya.

Lama tidak aktif dengan nomor hapeku yang lama, aku jadi ketinggalan info tentang perkembangan di grup MIEE (Microsoft Innovative Educator Experts).  Ketika aku ada kesulitan meng-upgrade fitur office 365, aku kontak ke salah satu teman Fellow.  Dia menolongku memasukkan nomorku yang baru ke dalam grup lagi.  Ternyata yang grup Whatsapp sudah tidak dipakai.  Pindah ke Kaizala.  Alhamdulillah.  Memiliki sahabat-sahabat yang saling membantu untuk kebaikan di bidang teknologi adalah berkah takterkira.  Orang-orang berilmu tinggi tetapi tetap beramal seperti padi.  Semakin  berisi semakin menunduk.

Dalam grup Kazala tersebut aku semakin banyak belajar tentang pribadi-pribadi tangguh.  Dedikasi mereka terhadap pendidikan dan kemajuan anak-anak generasi muda sangat membanggakan.  Dengan ketersediaan teknologi, belajar semakin mudah.  Penilaian juga menjadi ringan.  Koreksi bisa dilakukan secara otomatis.  Analisa ulangan harian bisa langsung terlihat dan bisa diunduh melalui Forms.

Bulan November 2018. Ada pengumuman lagi tentang kegiatan ISODEL (International Seminar on Online Distance and e-Learning).  Penyelenggaranya Pustekkom dan Kemdikbud.  Bulan Desember 2018.  Aku berangkat naik travel ke Surabaya.  Penerbangan dengan City Link pukul 18.00 petang.  Karena travel dari Blora hanya ada pada jam-jam tertentu, aku memilih berangkat pukul 7 pagi.  Kebetulan duduk di samping seorang dokter hewan yang bertugas di Kendari alumni SMP Negeri 2 Blora.  Pejalanan lebih asyik jika kita bertemu dan berbincang-bincang dengan orang-orang yang sama chemistry. 

Salah satu teman MIEE sudah memesan kamar hotel untuk dia dan aku.  Tanggal 2 Desember, Minggu pukul 19.15 aku tiba di Ngurah Rai International Airport.  Bagus.  Aku sempat berswafoto sebelum keluar dari bandara.  Naik taksi bandara, IDR 150000.  Harga yang lumayan mahal jika dibanding dengan Grab atau Gojek.  Di hotel, aku langsung langsung diantar oleh resepsionis ke lantai 2.  Bertemu dengan sahabat dari Bondowoso.  Yang sudah aku kenal sejak 22 April 2017 ketika MIEE onboarding di BPTIKP Jateng.  Gala dinnerjuga duduk sama sahabat ini menikmati sea food dan ice cream di Kampung Laut Semarang.  Pada suatu petang yang penuh bintang.

Di hotel The Stones aku bertemu dengan hampir seribu orang.  Para keynote speaker ada yang dari Kemdikbud, Pustekkom, dan para ahli teknologi dari berbagai big companies seperti WebEx dan Microsoft.  Pembicaranya pun dari berbagai negara.  Ada dari Korea, Singapore, USA, dll termasuk dari UNESCO. 

Setelah acara di ballroom besar, masing-masing peserta dipersilahkan untuk mengikuti paparan-paparan yang disampaikan oleh orang-orang yang terlibat dalam penggunaan teknologi untuk pembelajaran.  Nah ketika duduk di ruang-ruang itulah saya melihat ada guru-guru yang mengenakan selempang Duta Rumah Belajar. Waktu itu aku tidak begitu kepo tentang siapa mereka. 
Ketika ada kegiatan E2 di Paris, dan kebetulan yang dikirim ke E2 adalah dua teman dari MIEE dan seorang lagi yang baru aku kenal melalui grup Kaizala MIEE yaitu duta terbaik Rumah Belajar tahun 2019.  Aku menjadi semakin ingin tahu dan mengikuti program pelatihan rumah belajar.  Sejak bulan April lalu tugas-tugas yang diberikan kepada para peserta PembaTIK secara daring aku ikuti dan kerjakan.

Kawan adalah rejeki.  Aku mulai mengenal nama-nama orang hebat yang sangat aktif di Rumah Belajar.  Mereka mendukung aku dari sejak pembelajaran modul, pembuatan RPP terintegrasi, hingga memberi masukan-masukan pada video yang aku buat.  Video pembelajaran yang pertama kali aku buat.  Dengan RPP terintegrasi.  Kelas VII semester genap dengan topik teks deskripsi. 
Aku sudah menggunakan Rumah Belajar dengan anak-anak di sekolah semester lalu.  Yang kami paling suka adalah praktik menggunakan laboratorium maya.  Kami jadi tahu bahwa praktik menyalakan listrik bisa dilakukan dengan mudah di laboratorium maya.  Dengan belajar perlistrikan, ternyata anak-anak juga secara otomatis mengidentifikasi dan menghafalkan unsur-unsur kimia beserta lambangnya.

Anak-anak memiliki grup Whatsapp kelas.  Aku tahu bahwa anak-anak sangat aktif menggunakan gawai mereka.  Terbukti ketika petang hari mereka memanggil-manggil teman-teamnnya di grup.  Dan 90% memberikan respons mereka.  Maknanya kalau mereka dibiarkan bermain gawai tanpa arahan dari orang tua atau guru, anak-anak justru menjadi terbelakang dengan penggunaan teknologi yang sudah ada di tangan mereka.  Maka aku meminta mereka untuk memasang aplikasi game Next Door Land.  Permainan ini berisi tentang deskripsi semua wilayah di Indonesia dan negara tetangga kita, Australia.

Dengan menggunakan setelan bahasa yang bisa diubah dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, anak-anak bisa dengan mudah menjelajah semua kota dan budaya baik di Indonesia maupun Australia.  Mereka mengenal bajaj, tari-tarian, makanan khas masing-masing daerah, tempat-tempat yang indah di seluruh wilayah Indonesia hingga didgeridoo maupun boomerang di Autralia. 

Dari game Next Door land, saya membuat RPP terintegrasi sewaktu mendapat tugas di PembaTIK level 2.  Selain aku bisa mengenang semua permainan yang kami pernah mainkan ketika di kelas drama dan TESOL di University of Southern Queensland, Next Door Land melengkapi pengalaman saya untuk mengunjungi lebih banyak tempat di Aussie.  Hanya dengan memainkannya.

Tentu saja selalu ada harapan di hatiku untuk bisa terus belajar hingg level berikutnya.  Melihat peserta yang lolos level 1, kurang lebih 1400an orang, aku tetap berusaha yang terbaik.  Hasil akan kita dapatkan jika kita sudah berusaha.  Bukankah menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan dari sejak kita lahir hingga kita ke liang lahat? 

Betapa gembira hatiku ketika tiba-tiba, setelah di sekolah menjadi agak sibuk dengan persiapan kreditasi sekolah serta penilaiannya, membuka telpon pintar dan mendapati aku termasuk dalam grup PembaTIK level 3. Syukur Alhamdulillah.  Apalagi setelah aku penasaran dan menambahkan teman-teman di grup dengan FB masing-masing.  Subhanallah.  Allah memberi kesempatan padaku untuk belajar dengan anak-anak muda yang masih fresh dan penuh semangat berbagi. 

Di kelasku sering aku memotivasi anak-anak.  Mengatakan bahwa mereka hanyalah 25% persen dari total penduduk dunia.  Tetapi mereka adalah 100% masa depan dunia.
Selalu ada kiat-kiat teman-teman yang di grup PembaTIK yang menginspirasi saya.  Misal ada teman yang selalu menulis untuk media massa. Seorang rekan yang sangat muda, seusia anak pertamaku, adalah penulis novel.  Teman-teman lain tentu saja juga hebat.  Coba saja nanti di hotel C3 Ungaran pasti aku akan dapatkan segudang ilmu dan harapan-harapan baru.

Rumah Belajar.  Engkau ada di hatiku. Di hati kami. 

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

2 comments:

  1. Waah pengalaman yang menginspirasi mba' gartatik. Semoga saya ketularan banyak pengalaman sekeren ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku yakin panjenengan bisa juga, Dik. Mari kita belajar bersama

      Delete

 

© 2013 FlatMag. All rights resevered. Designed by Templateism